Saturday, 15 August 2009

The Forgotten "Indonesia Raya"


Sejarah akan mencatat. Hal sangat tidak biasa pernah terjadi pada acara Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI di Rapat Paripurna DPR, Jumat, 14 Agustus 2009.
”Indonesia Raya” yang sejak zaman kemerdekaan selalu dinyanyikan di awal acara kenegaraan justru dinyanyikan di akhir.
Semestinya, begitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki ruang sidang dan berdiri di depan kursi yang disediakan, pembawa acara langsung mengajak hadirin menyanyikan lagu ”Indonesia Raya”. Kemarin, hal itu tidak terjadi.
Ketua DPR Agung Laksono selaku pemimpin sidang yang didampingi Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar juga langsung mempersilakan hadirin mengheningkan cipta.
Setelah itu, Agung berpidato selama 37 menit. Di pengujung pidatonya, setelah memperkenalkan tokoh masyarakat hadir, baru meralat. ”Selanjutnya, sebelum pidato kenegaraan, eeee... tadi mestinya ada lagu ’Indonesia Raya’, tetapi tidak dilaksanakan. Mohon nanti ditindaklanjuti,” ujarnya. Dia mempersilakan Presiden berpidato.
Presiden Yudhoyono pun membacakan pidato selama 56 menit dengan lancar dibantu mesin telepromter. Setelah itu, Agung mempersilakan Menteri Agama Maftuh Basyuni membacakan doa.
Kejadian ini mendorong Wakil Ketua MPR AM Fatwa dan Ketua I Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Panda Nababan menginterupsi rapat. Hal ini juga tidak pernah terjadi di acara kenegaraan. Keduanya meminta ”Indonesia Raya” dinyanyikan dan mendesak Agung meminta maaf. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Baharuddin Aritonang, menilai Agung memang terlalu terburu-buru.
Namun, Agung malah menyalahkan pembawa acara karena, katanya, sebenarnya menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” sudah tercantum dalam susunan acara tapi tidak dibacakan MC. ”Sanksinya ada. Saya akan tegur protokol DPR,” kelit Agung.
Panda Nababan berpandangan, Protokol Istana pun harus ikut bertanggung jawab karena seharusnya juga mengecek.
Mantan ajudan Bung Karno, Sidarto Danusubroto yang juga anggota DPR, merasa miris dengan kejadian itu. ”Lagu kebangsaan itu pembangkit dan pemelihara kesadaran berkebangsaan,” ujarnya.
Dia tadinya berharap Presiden Yudhoyono pun sebagai kepala negara dapat segera membetulkan kesalahan itu. ”Kalau itu dilakukan, poin 100 untuk SBY,” ucapnya.
Lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” saja dilupakan, bagaimana dengan hal-hal lainnya di negeri ini.

Student Excange to United States


(sebelumnya, saya ikut program ini AFS dan YES, tapi GAK LULUS oh what a shame lol maybe next time, where there is A WILL there is A WAY)


Disponsori oleh Departemen Luar Negeri AS, sebanyak 99 siswa SMU dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti program pertukaran pelajar Youth Exchange and Study (YES) ke Amerika Serikat (AS).
Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron Hume, dalam acara penyambutan kunjungan peserta program di Kedutaan Besar AS, Jumat (7/8), mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta. Ungkapan tersebut karena para peserta bersedia memberikan satu tahun untuk melakukan sesuatu yang berbeda melalui program ini.
Hume juga mengatakan, hal tersebut mungkin merupakan pengalaman yang dapat mengubah hidup dengan proses seleksi yang harus dilalui peserta dan perbedaan kebudayaan. Hume mengatakan hal itu sambil memberikan contoh dirinya tidak bisa selalu menikmati hidangan nasi dalam setiap kesempatan makan.
"Di Indonesia, Anda belum makan bila belum makan nasi," ujarnya, disambut tawa para peserta.
Ditanya hasil yang ingin dicapai setelah program tersebut sehubungan dengan latar belakang agama yang berbeda, Hume mengatakan bahwa tujuan program ini bukan dikhususkan untuk agama.
"Ini adalah pertukaran antarwarga masyarakat, karena saya kira kami dan Pemerintah Indonesia berbagi keyakinan yang sama bahwa menyatukan perbedaan agar dapat hidup berdampingan adalah hal yang baik," katanya.
Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri AS (ECA) sebagai sponsor program ini memberikan beasiswa penuh selama setahun untuk siswa sekolah menengah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Program di Indonesia didukung oleh mitra konsorsium AFS-USA (American Field Service) dan lembaga mitra di Indonesia, Bina Antar Budaya.

Sunday, 2 August 2009

Perkiraan Susunan Kabinet SBY


Dengan telah diumumkannya Hasil Akhir Perhitungan Suara Pilpres 2009 oleh KPU, dimana dipastikan bahwa hanya akan ada Pilpres Satu Putaran saja, dan dengan Pasangan SBY-Boediono sebagai pemenangnya. Kini tibalah waktunya untuk menetapkan susunan Kabinet SBY-Boediono periode 2009-2014.
Berikut ini adalah perkiraannya yang diambilkan dari informasi di media Internet. Daftar lengkapnya sbb:
Menteri Koordinator
1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Sutanto (mantan Kapolri)
2. Menko Perekonomian : Sri Mulyani Indrawati
3. Menko Kesra : Hatta Rajasa (PAN)
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi
Menteri Departemen
5. Menteri Dalam Negeri: Andi Malaranggeng (Partai Demokrat)
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (Dubes RI di PBB)
7. Menteri Pertahanan: Djoko Suyanto (Mantan Panglima TNI)
8. Menteri Hukum dan HAM: Ruhut Sitompul (Partai Demokrat)
9. Menteri Keuangan: M Chatib Basri (FEUI)
10. Menteri Pertambangan dan Energi: Tubagus Haryono (Kepala BPH Migas)
11. Menteri Perindustrian & Pedagangan: MS Hidayat (Kadin)
12. Menteri Pertanian: Dr Ir Herry Suhardiyanto (Rektor IPB)
13. Menteri Kehutanan: Taufik Effendy (Partai Demokrat)
14. Menteri Perhubungan: Prof. Dr. Sutanto Soehodho (UI)
15. Menteri Kelautan dan Perikanan: Dr Ir Mohammad Jafar Hafsah (Partai Demokrat)
16. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: M Jumhur Hidayat
17. Menteri Pekerjaan Umum: Prof Dr Ir Budi Soesilo Supandji (Dirjen Potensi Pertahanan Dephan)
18. Menteri Kesehatan: Dr dr Fachmi Idris (Ketua Umum IDI)
19. Menteri Pendidikan Nasional: Anis Rasyid Bawesdan (Rektor Univ. Paramadina)
20. Menteri Sosial: Hidayat Nur Wahid/Tifatul Sembiring (PKS)
21. Menteri Agama: Dr Salim Segaf Al Jufri (PKS)
Menteri Negara
22. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik (Partai Demokrat)
23. Menteri Riset dan Teknologi: Dr Andy Noorsaman Sommeng (Dirjen HaKI)
24. Menteri Koperasi dan UKM: Muhaimin Iskandar (PKB)
25. Menteri Lingkungan Hidup: Prof Dr Ir Johny Wahyuadi M. Soedarsono (Guru Besar FTUI)
26. Menteri Pemberdayaan Perempuan: Rahmawati Soekarnoputri
27. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Marzuki Alie (Partai Demokrat)
28. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Lukman Edy (PKB)
29. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Prof Bambang PS Brojonegoro (mantan Dekan FEUI)
29. Menteri BUMN: Sofyan Djalil
30. Menteri Komunikasi dan Informasi: Rizal Malarangeng
31. Menteri Pemuda dan Olahraga: Anas Urbaningrum (Partai Demokrat)
32. Menteri Perumahan Rakyat: Zulkifli Hasan (PAN)

Benarkah tokoh-tokoh ini yang akan duduk di kabinet mendatang? Kita tunggu saja kabar selanjutnya dan silahkan ditanggapi apakah mereka-mereka itu yang paling tepat untuk memimpin masing-masing Departemen Pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014.
source: presidenku.com

Friday, 31 July 2009

Daftar BOM 2000-2009



Bom Kedubes Filipina Jakarta – 1 Agustus 2000
Bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. Korban : 2 orang tewas dan 21 orang terluka.
Bom Kedubes Malaysia, Jakarta – 27 Agustus 2000
Granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
Bom Gedung Bursa Efek Jakarta -13 September 2000
Ledakan mengguncang lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. Korban : 10 orang tewas, 90 orang terluka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan.
Bom malam Natal 2000 – 24 Desember 2000
Serangkaian bom meledak pada malam Natal di Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Mataram, Pematangsiantar, Medan, Batam, dan Pekanbaru. Korban : 16 orang tewas dan 96 terluka serta mengakibatkan 37 mobil rusak.




2001 (5)
Bom Gereja Jakarta- 22 Juli 2001
Bom meledak di Gereja Santa Anna dan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Korban : 5 orang tewas
Bom Gereja Semarang 2001- 31 Juli 2001
Bom yang meledak di Gereja Bethel Tabernakel Kristus Alfa Omega, Jl.Gajah Mada 114-118, Semarang.
Bom Plaza Atrium Senen Jakarta – 23 September 2001
Bom meledak di kawasan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. Korban : 6 orang terluka.
Bom Restoran KFC Makassar – 12 Oktober 2001
Ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sign KFC pecah. Tidak ada korban jiwa.
Bom sekolah Australia, Jakarta – 6 November 2001
Bom rakitan meledak di halaman Australian International School (AIS), Pejaten, Jakarta.



2002 (3)
Bom malam Tahun Baru 2002 – 1 Januari 2002
Granat manggis meledak di depan rumah makan ayam Bulungan, Jakarta. Korban : 1 orang tewas dan 1 orang terluka.
Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bali 2002 – 12 Oktober 2002
Paddy’s Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali diguncang bom. Dua bom meledak dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu pukul 23.05 Wita. Korban : 202 orang tewas dan 300 orang terluka. Mayoritas korban adalalah warga negara Australia.
Pada pukul 23.15 Wita, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
Bom Restoran McDonald’s Makassar – 5 Desember 2002
Bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald’s Makassar. Korban : 3 orang tewas dan 11 orang terluka.



2003 (3)
Bom Kompleks Mabes Polri Jakarta – 3 Februari 2003
Bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri Jakarta. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bandara Cengkareng Jakarta – 27 April 2003
Bom meledak dii area publik di terminal 2F, bandar udara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Korban : 10 orang terluka (2 orang luka berat)
Bom JW Marriott – 5 Agustus 2003
Bom menghancurkan sebagian hotel JW Marriott. Korban : 11 orang tewas dan 152 orang terluka.



2004 (3)
Bom Palopo – 10 Januari 2004
Bom café di Palopo Sulawesi. Korban : 4 orang tewas
Bom Kedubes Australia – 9 September 2004
Ledakan besar terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. Korban : 6 orang tewas dan ratusan orang terluka
Bom Gereja Palu – 12 Desember 2004
Ledakan bom di Gereja Immanuel, Palu, Sulawesi Tengah. Tidak ada korban jiwa.



2005 (5)
Bom Ambon – 21 Maret 2005
Dua Bom meledak di Ambon. Tidak ada korban jiwa.
Bom Tentena Poso- 28 Mei 2005
Bom meledak di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Korban : 22 orang tewas .
Bom Pamulang Tangerang – 8 Juni 2005
Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.
Bom Bali 2005 – 1 Oktober 2005
Bom kembali meledak di R.AJA’s Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran. Korban : 22 orang tewas dan 102 orang terluka
Bom Palu 2005- 31 Desember 2005
Bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah. Korban : 8 orang tewas dan 45 orang terluka



2006 (4)
Bom Poso 2006 -10 Maret 2006
Ledakan bom di rumah penjaga Kompleks Pura Agung Setana Narayana di Desa Toini, Poso. Tidak ada korban jiwa.
Bom Poso 2006 -22 Maret 2006
Sekitar pukul 19.00 WITA, bom meledak di pos kamling di Dusun Landangan, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir. Tidak ada korban jiwa.
Bom Gereja Poso 2006 – 1 Juli 2006
Bom meledak di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Eklesia Jalan Pulau Seram, Poso, Sabtu (1/7), sekitar pukul 22.15 Wita yang cukup keras hingga terdengar dalam radius tiga kilometer. Tidak ada korban jiwa
Bom Stadion Poso – 3 Agustus 2006
Sekitar pukul 20.00 WITA, bom kembali meledak di Stadion Kasintuwu yang terletak tepat di samping Rumah Sakit Umum Poso. Tidak ada korban jiwa.



2009 (1)
Bom Jakarta 2009- 17 Juli 2009
Bom Jakarta 2009, 17 Juli 2009, dua ledakan dahsyat terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta. Ledakan terjadi hampir bersamaan, sekitar pukul 7.45 WIB. Korban : 12 orang tewas dan puluhan orang terluka



source: nusantaranews.wordpress

BOMBS

Jumat, 17 Juli 2009Indonesia kembali digemparkan oleh ledakan bom di Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton. Seperti yang kita ketahui bahwa sudah pernah terjadi tragedi bom di JW Mariot pada 5 Agustus 2003 lalu yang menewaskan 11 orang dan 152 luka-luka. Sebelumnya juga pernah terjadi tragedi bom di kedutaan Australia yang berlokasi sama dengan JW Mariot yaitu di Kuningan, Jakarta. Dampak positif dari tragedi bom tersebut adalah daerah Kuningan menjadi terkenal di mancanegara, sedangkan dampak negatifnya adalah daerah Kuningan menjadi terkenal di mancanegara sebagai tempat yang rawan bom dan sudah pasti mencoreng citra Bangsa Indonesia.
Nyawa tidak bersalah menjadi korban, Evert, karyawan Hotel JW Mariot, harus pergi untuk selamanya meninggalkan buah hati nya yang bru saja lahir bertepatan dengan hari dimana Evert meninggal. Sungguh memalukan perbuatan keji ini, teroris, dengan mudahnya merakit bom dan meledakkannya tanpa sedikitpun rasa malu dan bersalah. Sebenarnya teroris itu pengecut, beraninya main belakang. Cari apa sih mereka hidup di dunia? UANG? Uang tidak bisa membeli tanah di Syurga bung! Tapi, selamat bagi para teroris, berhasil mencoreng nama bangsa ini. But We Will Not Go Down, Truth Wins At The End!

Dampak yang sangat pahit bagi para pecinta bola khususnya klub Inggris Manchester United. ribuan pendukung yang sudah memesan tiket terpaksa harus menerima kenyataan bahwa tim kesayangan mereka BATAL datang melawat ke Indonesia. Bahkan para pedagang atribut2 MU dan Indonesia All Star pun terkena imbasnya, rugi hingga jutaan rupiah.
Yang jelas, dengan meledaknya bom tersebut, telah sangat amat merugikan Indonesia. Kompetisi2 olahraga internasional pun terpaksa dibatalkan dengan alasan keamanan. Orang-orang eropa pun banyak yang membatalkan niat nya untuk berkunjung ke Indonesia karena takut menjadi korban Teroris yang keji. fuck terrorist!

Krisis Rasa Malu dalam Dunia Politik Indonesia


Dewasa ini kita tidak hanya dalam krisis ekonomi, sosial, dan politik. tetapi, juga dalam krisis kesadaran tingkah laku berpolitik. Krisis multidimensi yang kita derita saat ini maki diperparah karena para elit politik kita karena tidak mempunyai rasa malu politik. Sebaiknya, para elit politik kita kembali ke budaya sopan santun dan perasaan kepantasan demokrasi.Mengapa kita kehilangan budaya sopan santun dan perasaan kepantasan demokrasi? Mengapa kita tidak dapat menunjukkan sopan santun dalam berpolitik? Apakah kita memang tidak mempuyai rasa malu berpolitik, semacam perasaan kepantasan demokrasi, yang justru amat diperlukan dalam situasi yang kritis dan gawat ini?



Secara empiris, amat mudah kita menemukan contoh, betapa rasa malu yang berkaitan dengan tiadanya rasa bersalah itu ada dalam masyarakat kita. Paling mencolok adalah pada tindakan dan sikap para pemimpin politik. Bukan rahasia lagi, banyak para pemimpin dan elit politik kita yang jelas2 bersalah menyebabkan berbagai krisis yang dihadapi bangsa. Ketika tampil di era reformasi, para pemimpin itu tidak sedikitpun memperlihatkan bahwa mereka ikut bersalah, sehingga tahu diri bagaimana membawa diri di era baru ini. Mereka memang mempunyai hak untuk tampil, tetapi menyinggung perasaan rakyat bahwa penampilan mereka mengesankan bahwa mereka tidak pernah salah samasekali.



Rasa bersalah akan menuntut orang untuk menemukan sebentuk perilaku yang tahu diri dan rendah hati, juga di dalam mempertahankan kekuasaan. Jika rasa bersalah itu tidak ada, orang pun akan menjalankan kekuasaannnya dengan arogan dan sombong seperti yang biasa dilakukannya.



Source: Buku Etika Politik, G.P Shindunata + perubahan oleh Devi Ananta Drarreg