Jumat, 17 Juli 2009Indonesia kembali digemparkan oleh ledakan bom di Hotel JW Mariot dan Ritz Carlton. Seperti yang kita ketahui bahwa sudah pernah terjadi tragedi bom di JW Mariot pada 5 Agustus 2003 lalu yang menewaskan 11 orang dan 152 luka-luka. Sebelumnya juga pernah terjadi tragedi bom di kedutaan Australia yang berlokasi sama dengan JW Mariot yaitu di Kuningan, Jakarta. Dampak positif dari tragedi bom tersebut adalah daerah Kuningan menjadi terkenal di mancanegara, sedangkan dampak negatifnya adalah daerah Kuningan menjadi terkenal di mancanegara sebagai tempat yang rawan bom dan sudah pasti mencoreng citra Bangsa Indonesia.
Nyawa tidak bersalah menjadi korban, Evert, karyawan Hotel JW Mariot, harus pergi untuk selamanya meninggalkan buah hati nya yang bru saja lahir bertepatan dengan hari dimana Evert meninggal. Sungguh memalukan perbuatan keji ini, teroris, dengan mudahnya merakit bom dan meledakkannya tanpa sedikitpun rasa malu dan bersalah. Sebenarnya teroris itu pengecut, beraninya main belakang. Cari apa sih mereka hidup di dunia? UANG? Uang tidak bisa membeli tanah di Syurga bung! Tapi, selamat bagi para teroris, berhasil mencoreng nama bangsa ini. But We Will Not Go Down, Truth Wins At The End!
Dampak yang sangat pahit bagi para pecinta bola khususnya klub Inggris Manchester United. ribuan pendukung yang sudah memesan tiket terpaksa harus menerima kenyataan bahwa tim kesayangan mereka BATAL datang melawat ke Indonesia. Bahkan para pedagang atribut2 MU dan Indonesia All Star pun terkena imbasnya, rugi hingga jutaan rupiah. Yang jelas, dengan meledaknya bom tersebut, telah sangat amat merugikan Indonesia. Kompetisi2 olahraga internasional pun terpaksa dibatalkan dengan alasan keamanan. Orang-orang eropa pun banyak yang membatalkan niat nya untuk berkunjung ke Indonesia karena takut menjadi korban Teroris yang keji. fuck terrorist!
No comments:
Post a Comment