Wednesday, 11 May 2011

Studi Belanda: Kompetiblog 2011

Last night, my best friend and I went to Erasmus Huis to watch the music performance. and then after that, I took the brochure about Kompetiblog 2011. it's already started since April until 12th may, heck yeah it's 10th may! I really want to join because the winner of this writing competition will be sent to summer school in Utrecht! OH GOD, I started writing then! and here it is....


"DANK JE, WILHELMUS!"

Wilhelmus van Nassouwe
Ben ik van Duitsen bloed
Den vaderland getrouwe
Blijf ik tot in den dood

Kutipan di atas diambil dari lagu kebangsaan yang tertua di dunia, The Anthem of Netherlands, Het Wilhelmus (The William). Lagu yang diciptakan sejak tahun 1568 namun baru diproklamirkan pada tahun 1932 ini berasal dari perjuangan Bangsa Belanda untuk mencapai kemerdekaan. Lirik ini ditulis sebagai mengingat jasa Wilhelmus van Oranje, atau dikenal juga dengan William dari Nassau, yang mengetuai pemberontakan Belanda terhadapan pemerintahan Spanyol dalam Perang Lapan Puluh Tahun. Tidak senang terhadap sentralisasi kekuasan politik dan dengan penganiayaan Protestan Belanda, William bergabung bersama pemberontak Belanda dan berbalik melawan pemimpin-pemimpinnya masa lalu. Sebagai pemberotak paling berpengaruh dalam politik, William berhasil mengantarkan Belanda ke dalam kesuksesan dalam perang melawan Spanyol. Namun kemudian, pada tahun 1580, William dideklarasikan sebagai penjahat oleh Raja Spanyol sebelum akhirnya dibunuh di Delft empat tahun kemudian.

Mengilas balik sedikit tentang sejarah Bangsa Belanda tersebut, dapat memperkuat asumsi yang berkata bahwakeberhasilan suatu bangsa tidak pernah lepas dari sejarah masa lalunya. Dan juga mengingatkan kita akan tokoh nasional sendiri, Ir. Soekarno, yang bersabda "JAS MERAH: Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah." Jika kita kaitkan asumsi tersebut dengan keberhasilan Belanda saat ini, tentunya sejarah masa lalu Belanda mempunyai peran yang cukup besar. Dimulai dari hal yang fundamental bagi suatu negara, lagu kebangsaan. Het Wilhelmus menjelaskan tentang pemberontakan William menuju keberhasilan Belanda. Dan yang menarik dari lagu kebangsaan ini adalah lagu ini ditulis dengan perspektif orang pertama, seakan-akan lagu tersebut benar-benar William yang mengungkapkannya. Melalui lagu kebangsaan tersebut, bangsa Belanda mau tidak mau jadi mengetahui sejarah bangsanya sendiri, mengetahui perjuangan William pada masa lalu demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Belanda. Terlebih lagi, lagu kebangsaan ini selalu dinyanyikan di even-even internasional seperti halnya sepakbola. "Kepada tanahair aku berbakti, hingga hayatku yang terakhir" Dengan khidmat mereka menyanyikan lagu kebangsaan mereka, ditambah dengan lirik yang menggunakan perspektif orang pertama, seakan membuat mereka semua merasakan perjuangan pemimpinnya masa lalu, William, dalam membawa Belanda ke ladang kesuksesan. Dan mungkin dari situlah orang-orang Belanda mewarisi sifat ingin sukses, berhasil, dan maju. Dengan didukung oleh keinginan yang kuat dan juga sumber daya manusia yang tinggi, Belanda kini telah menjelma menjadi salah satu negara terbaik di dunia. Masyarakat kincir angin modern kini terus berinovasi dalam segala bidang. Sebuah negara yang memiliki luas terbilang kecil, Belanda mampu membuat dirinya untuk disebut sebagai bangsa yang besar yang mempunyai pengaruh kuat dalam dunia internasional. Dimulai dari pelabuhan perdagangan internasional mereka yang terkenal, Rotterdam Port, yang merupakan pelabuhan tersibuk di Eropa hingga merambat ke sistem pendidikan yang bisa dibilang 'gudangnya beasiswa' bagi masyarakat nasionalnya maupun internasional.

Oleh karena itu, dengan semangat Wilhelmus, Belanda modern kini mampu memikat masyarakat dunia untuk singgah di negaranya. Dan tentunya bagi para pelajar internasional yang ingin mencicipi indahnya budaya baru dan bertemu dengan pelajar dari berbagai penjuru dunia. Termasuk diantaranya adalah saya sendiri!

Dank Je, Wilhelmus!

No comments:

Post a Comment